Langsung ke konten utama

Postingan

To Do List: Find What's Beneath That Pile of Trash

My God, i dreamt to be a writer but i havent touch my blog in a long time, maybe its grown up things to do I guess, you dont have time to live if you write everything about it, or i'm just busy making my own stories to write! well that's a good excuse. So it's been like all this time i've been fooling myself and not being real, i feel like i'm being fake all the time, this is not me, im wearing my mask, maybe honestly im just too afraid of being myself, or i forgot who am i used to be. I used to be a big slacker with no worries of everything, I give shits to everyone but myself. I was so wrong at living. I had enough of it bcs it doesnt feel so good omg, i dont miss me then, but i do miss everything but myself. and now im sitting here thinking to be not self-centered. but who am i kidding. its everything about me now. Ego? Maybe. But you'll see. I may closed this blog, or just abandoned it. HONESTLY, WHO CARES. Everybody just curious, but doesnt care. Peo...

Karena Dunia Harus Tahu

Gue tau gue bakal kedengeran sok tua. Tapi disini gue gak akan ngomel2 kayak ibu kost lagi kok, gue malah sekarang berpindah pihak, karena gue sekarang mulai mencoba untuk mengerti. Di era jaman sekarang, kita semua udah punya gadget, iPhone, android, BB, dll. Iya semuanya beda, tapi ada satu hal yang membuat mereka bersatu. Apakah itu? Hal tersebut adalah; timbulnya pikiran bahwa semua orang di alam semesta sangat peduli dengan apa yg kita lakukan. Pikiran bahwa semua umat manusia di tempat yg kita tinggali ini sungguh ingin tau. Kenapa gue mikir begitu? Tentu saja dengan meningkatnya aplikasi-aplikasi yang tersebar di media sosial. Timbulah app2 yang membantu kita untuk menyebar luaskan tentang keadaan kita. Dan dengan kenyataan semua orang melakukan hal tersebut, satu demi satupun mengikuti. Biar gak ansos gitu. Ya emang sih. Gampang. Kita juga merasa mudah gitu untuk berkomunikasi, pas liat temen kita update di suatu tempat, kita bisa ketemuan (atau mungkin untuk beberapa keada...

16 &...? Smart

10 minutes left. Kinda doesnt have the excitement anymore, maybe its part of growing up, nothing feels matter to you anymore, huh? But that's okay, doesnt mean we dont appreciate it, doesnt mean we dont want it to be. Birthday is a curse & a bless, where your age is added 1 more, and the responsibilites is getting higher. Just a few steps of being in a real world, do you think I could make it, to be working on my own magazine/story books. Well whatever happends I just want all my family&friends to be there. True friends. Not all your friends will stand by you, not all your friends will showed up, but 1 means alot when they're trust worthy. Thankyou for the blessing, for a wonderful people I met, for all the achievment I get, and still counting. I'm sorry I'm getting to hate this event of the year, but that doesnt mean I dont want it. Goodnight & Goodluck, 16th. Arissa "16&...? Smart." Purilawanti 14/03/2014

4 years and on

Here I am, same spot, same day, same month, but ofcourse, different year. Udah 4 tahun berlalu sejak gue buat blog ini, genapnya sih besok, tapi ya udah tradisi gue membuat post "H-1". Lucu gak sih betapa hebatnya waktu bisa berubah? Waktu itu lo lagi uling-ulingan di ayunan, merosot di perosotan, ngunyah-ngunyah krayon, terus naik dikit, mulai tau apa itu persahabatan, apa itu berantem antar temen gara-gara ada yang punya sepeda lebih bagus, eh tanpa disadari tiba-tiba berantem gara-gara suka sama cowok yang sama, eh belum lagi orang-orang yang bisak-bisik di belakang, sampe udah gedean lagi, lo mulai hati-hati milih temen. Besok gue akan beranjak 16 tahun. Tahun-tahun sebelum punya SIM, tahun-tahun sebelum bisa coblos, tahun-tahun sebelum pake KTP instead kartu pelajar lagi, tahun-tahun terakhir untuk ninggin badan (hiks) Menurut gue, 16 tahun itu adalah tahun dimana lo harus mulai melepaskan hal-hal yang gapenting yang ngeganggu lo, lo udah harus bisa mikir kedepanny...

Take me home, where my dreams are made of gold

kata siapa sendirian itu kesepian? orang-orang yang mampu berdiri sendiri di keramaian memiliki keberanian yang lebih besar dari orang-orang yang hanya mampu berdiri beramai-ramai. nggak selamanya kita didampingi teman, nggak selamanya kita punya seseorang untuk tertawa, nggak selamanya kita punya telinga yang bersedia untuk mendengar, dan sekalinya kita punya. Jangan pernah disia-siakan. its okay to feel lonely in a room with a bunch of people, karena deep inside juga kadang kita nggak segampang itu adaptasi, dan adaptasi itu cuma perlu waktu & kesadaran, nggak akan bisa dipaksa or it'll get worst Never forget who you are just to please people, because when they're gone, you only left with you and only you. Arissa "Hmm" Purilawanti 28/02/13 00:20

kwek kwek

i always belive that someday you will have an angel somewhere who would never desert your kindness, but i never thought God would choose me, somewhere along the line we met and i never knew we would go this far, having so much to be grateful for, you turns out to be the best thing i never knew i needed, i never knew what i could be if you didnt pass by somewhere and stay to talk to me bcs i've never had anybody by myside, you're my only friend and its only you who really knew me at all, i will always believe in you because i know you will never dissapoint me (even when you make me want to stab a knife on your cheek) and i hope you will always stand by me too. i never knew that i could be so comfortable with anyone else but myself, this is new since i'm the kinda person who always get used to doing everything independently. You make me feel fine & safe, even when we're just walk side-by-side, i could laugh&cry with you, you make me mad sometimes but its okay, bc...

Writer November

Beberapa hari yang lalu, gue merasakan titik pucak gue sebagai seorang penulis. Ya asal tau aja gue selalu ikut ekskul majalah dari SMP, tp SMP gagalnya kayak kucing kelelep di got, jadi di masa yg baru masuk SMA ini gue akan merubah takdir gue. Kalo pas SMP namanya J-Magz, SMA namanya SMASH. (Pake A. Bukan pake bintang.) kurang lebih itu maksudnya Senior High Magazine but idk why apaan. Awalnya yg ikut ada 4, tapi yg selalu masuk cuma gue. Dengan ke hadiran gue yang sampe bahkan gurunya lagi males tetep gue ajakin, gue dijadiin Chief Editor. (yg sebenernya sih gue jg gangerti apaan) tp yg penting dimajalah itu pake foto gue walopun kata2nya mr awit sembarangan bikin tanpa bilang2. Gue menjual majalah itu dari kelas-per-kelas. Dengan pagi2 udah dipanggil dan tbtb disuruh gitu gue agak panik dan hampir menolak, sampe bilang "saya jurnalis tugasnya menulis!!" tapi akhirnya dimarahin juga jadi gue menuruti aja dan mulai merasakan hidup seorang penjual koran di pinggir jalan. D...