Langsung ke konten utama

Postingan

Devils Wears Whatever They're Wearing

After watching David Frankel's work of magic about a fresh-graduate women who's dreams to be a journalist and not so fashion at all but got to be some well-known fashion editor magazine's assistant instead... made me think a little bit. This women named Andrea... kinda remind me of myself a little bit (READ FIRST BEFORE YOU JUDGE ME FOR BECOMING TOO SELF-PROCLAIMED) Yes, I don't look as near as Anne Hathaway, or even has a little height different. But the way when she was being interviewed by Miranda, when she was too absent-mindedly talk about fashion and she doesn't even know who Miranda is anyway. Ring a bell to when I was on my internship... (flash back starts now) (SEBENERNYA GW MALU BGT NULISNYA TP YASUDAHLAH YA) Hari pertama kita sampai di lokasi syuting kita di luar kota. Lokasi syuting yang merupakan sebuah rumah yang juga merupakan base camp kita. Waktu itu lagi makan malem, semua orang sibuk dengan nasi kotaknya masing-masing di ruang makan. Sedan...

My Closest Experience To Death

Literally 10 minutes ago, gue menyaksikan kepulangan seseorang ke rahmatullah di depan mata gue. . . . Atau mungkin lebih tepatnya...  seekor kucing. A little background story biar ceritanya nyambung. Flashback ketika gue masih TK-SD. Jadi keluarga gue ini emang sudah sering disebut sebagai " Keluarga Kucing."  Dimulai ketika dari kecil gue dan kakak-kakak gue sudah diperkenalkan kepada seekor hewan berbulu itu oleh orang tua gue. Jadi memang sudah ada beberapa generasi kucing yang pernah bersama kita seiring kita beranjak dewasa. Awalnya hanya satu-dua ekor kucing saja yang kami pelihara. Namun waktu kami hijrah dari Jakarta ke Cibubur, nyokap gue langsung bercita-cita mempunyai satu kamar khusus untuk kucing di rumah baru kita. Kamar kucing . Tentunya cita-cita itu tidak langsung terwujud seketika, kami memulai dari kandang-kandang di halaman belakang dulu sebelumnya. Kamipun tidak membeli banyak kucing, hanya jantan dan betina saja sudah cukup untuk membuat ...

Pure Love

Being the last or the youngest child made me never know what it's like to have a little brother/sister, so ever since my little baby niece born, I... kinda really get into character. The day we first met, it was love at first sight. I promised myself that I will always be there so I wouldn't missed her growing up. To create the special bond between auntie and niece, or like sisters with 18 years apart. To have that satisfying moment when she prefers to be with me instead of anybody else in the room. So I can make the "Ha! She CHOOSES me!" facial expressions. It's been 2 going 3 years since. And I'm falling in love more and more each day. Right now we have moved on from her "I want you but I don't" phased to " Ok I do want you and I'm not afraid to admit it" phase! We're actually having that " running to each other " moment! She even tries to call my name! HOW COOL IS THAT?! Now she became my muse and my comfort zo...

On My Wedding Day. (judul film doang kok)

Semester 4 ini, kita ditugaskan untuk membuat film masing-masing dengan waktu persiapan satu minggu. Karena sistemnya random atau saling nunjuk menunjuk, rasanya nggak tenang kalo nggak dipersiapin dari awal. Gue punya waktu 1-2 minggu untuk mempersiapkan cerita yang akan dibuat sebelum nunjuk menunjuk dimulai. Karena keterbatasan waktu pre produksi, gue berencana menulis cerita yang memang berpatokan ke sumber daya produksi-nya. Perlu waktu untuk gue berfikir, sampai akhirnya gue mengungsi ke suatu cafe untuk mencari inspirasi. Lalu gue mendengar lagu Spiegel Um Spiegel , lagu instrumental 10 menit yang sangat gue suka. Tanpa ada suara, hanya lantunan alat musik, yang ngga pernah bikin gue ngerasa kalo itu berdurasi selama 10 menit. Lagu yang gue tau dari film favorit gue sepanjang masa: About Time. Dengan mendengar lagu itu... Gue langsung tahu, kalau film yang akan gue buat akan tentang: Ibu . Dan itu akan menjadi film sedih. Poin utamanya sudah ketemu, tapi gue masih nggak ta...

Hijab from Hidden Pearls UK Review!

Salaam Sisters! First of all, I would like to say biggest appreciation for my sisters Hidden Pearls UK for sharing me some of their products all the way from UK to Indonesia! FYI, I'm the biggest fan of England, been wanting to go there since forever and see the country where Harry Potter was born #BIGPOTTERHEAD. But Alhamdulillah before Allah give me the chance to go there, they went to me first! Allah always has the biggest surprise, didn't He? Okay so let's begin to the review! They gave me 2 choice of any hijab from their website! It was overwhelming because I wanted it all. But then I browsed the Best Seller Product and it goes down to 2 very different style, Girly and Boy-ish: 1. Plain Tassel Hijab (Lilac)  It's 100% Cotton based hijab. I chose Lilac because I am currently searching for that color to match my dress. (Coincidence? I think not) Plus, it has a cutie little puff-puff on the edge, which brings a whole new level of hijab-ing (yes I just invent...

Pernikahan

Ok pada post kali ini gue akan memberanikan diri untuk bercerita tentang pandangan gue tentang pernikahan. Mungkin kalian pernah denger kutipan-kutipan ini sebelumnya: A wedding marks the first day of the rest of your life. You have been dead until now, were you aware of that? You're dead right now. Marion St Claire - Bride Wars (2009) Se shaleh-shalehnya orang, bakal kalah shalehnya sama orang yang udah nikah, walaupun orang yang udah nikah ga shaleh-shaleh amat. Ust. Hanan Attaki Awalnya gue sempet kesel. Emang napa sih kayanya yang belom nikah kesannya nggak berguna banget?! Tapi lalu gue pelajari alasan-alasan dibalik itu. Gue mulai melihat orang-orang yang udah menikah. Dan gue coba mikir lagi. Dulu mungkin pandangan gue untuk orang yang menikah adalah cuma pasangan yang bisa pacaran secara halal. Tapi sebenernya, lebih dari itu semua. Gue jadi lebih memperhatikan bokap nyokap gue. Mereka mungkin bukan pasangan teromantis yang biasanya ada di hashtags #...

My Hijab Story

Sudah setahun lebih sebulan mungkin gue memutuskan untuk mengenakan kain yang menutupi keseluruhan kepala gue yang bernama hijab ini. Wow. Kalo lo tanya sama diri gue 2 tahun yang lalu, pasti gue akan jawab: "Hijab? Uhh... kapan-kapan aja ya..." Wallahualam, sekarang gue nggak bisa ngebayangin gue keluar rumah tanpa benda itu melekat di kepala gue. Bagaimana semuanya berawal? Sungguh ini bagian yang gue suka dari semua pemakai hijab yang biasa di sebut  hijabers . Karena pasti semua muslimah mempunyai ceritanya masing-masing. Gue percaya, hijab adalah sesuatu yang harus lahir dari  batin,  bukan  tuntutan. Sering denger kan kasus "hijab paksa"? Biasanya kasus-kasus itu berakhir dengan si perempuan yang selalu mencari kesempatan untuk melepasnya diam-diam. Tentu mungkin ada yang memang berhasil, seiring waktu tuntutan ikut memacu lahirnya kesadaran dari batin. Tapi, coba lo pikir, seorang nelayan yang selalu memancing dengan pancingan dipaksa memancing d...